Update Berita Terbaru 2018

Fire Emergency Response Team PT RAPP Terus Berjuang Melawan Kebakaran Lahan


sumber : https://www.goriau.com/assets/imgbank/21042016/a5bc187a35f6c829fae70dnhj-49087.jpg
Fire Emergency Response Team merupakan regu pemadam kebakaran yang dibentuk dalam menangani kebakaran lahan di area konsesi milik PT Riau Andalan Pulp and Paper. Pada tim FERT, mereka tak hanya bertanggung jawab dalam konsesi, namun juga di radius 3 km di sekitarnya. Fire Emergency Response Team (FERT) atau pemadam kebakaran dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sendiri dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah tidak diragukan lagi. Tim yang berada di bawah Departemen Fire and Aviation ini sudah berjibaku melawan si jago merah sejak awal berdirinya perusahaan pulp dan kertas terbesar se-Asia ini.

Pada tahun Februari sampai Maret 2018 ini diprediksi akan terjadi musim kebakaran hutan dan lahan berdasarkan siklus tiap tahunnya. Periode tersebut menjadi waktu terjadinya kebakaran yang melanda Indonesia. Selain pada Februari sampai Maret, pada periode kedua terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Sementara itu pencegahan dilakukan melalui upaya pemenuhan peralatan dan juga regu inti. Selama ini FERT memiliki 82 tim yang tersebar di beberapa lokasi rawan di sekitar area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper yang terletak di Pelalawan, Riau.

Pada tim Fire Emergency Response Team (FERT), hingga saat ini mereka memiliki regu inti sebanyak 1080 orang. Dari fasilitasnya seperti peralatan, mereka tak hanya mengandalkan pantauan regu, melainkan juga memanfaatkan teknologi seperti CCTV dan juga drone. Selain itu juga, cara mereka mengetahui daerah-daerah rawan kebakaran, Fire Emergency Response Team memiliki sistem bernama assessment yang dilakukan pada awal tahun kemaren. Sistem ini digunakan untuk membuat program kerja selama satu tahun yang mengacu pada prediksi dan histori.

Selain itu juga, tingkat resiko kebakaran memiliki beberapa tahap. Tingkatan tersebut dinyatakan dalam warna yang mengindikasikan persentase kebakaran. Pada tahap 0 hingga 40% divisualkan dengan warna biru. Ini mengindikasikan jika kebakaran masih dalam tingkat rendah (low). Selanjutnya, kebakaran antara 41% hingga 70% mengindikasikan tingkat kebakaran berada di level menengah dengan divisualkan berwarna hijau. Sedangkan untuk kebakaran dengan status lebih tinggi ditandai dengan visualisasi warna kuning yang menandakan kebakaran pada tingkat 70%-84%. Lebih tinggi lagi, kebakaran hebat yang mencapai 81% sampai 100% dikategerikan sebagai kebakaran esktrem. Setidaknya ada 4 parameter yang dapat menjadi tolak ukur dalam terjadinya kebakaran lahan.

Pertama adalah jumlah hari tidak hujan kemudian kelembapan relatifnya, kondisi bahan bakar (material yang mudah terbakar seperti ranting, rumput kering, dan sebagainya), selain itu juga melihat dari curah hujan dalam 15 hari terakhir.  Dan itulah Fire Emergency Response Team PT RAPP untuk terus berjuang melawan kebakaran lahan.

0 comments:

Posting Komentar