Update Berita Terbaru 2019

Presiden Jokowi Minta Infrastruktur Danau Toba Digarap Rame-rame



Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin serius menggarap Danau Toba yang menjadi destinasi super prioritas. Jokowi bahkan menghabiskan waktu hingga tiga hari untuk meninjau kawasan di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

Presiden bertolak ke Sumatera Utara dan terus melakukan blusukan ke berbagai titik. Didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri, Jokowi mengunjungi hampir semua titik wisata yang ada di kawasan Danau Toba, baik di Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Simalungun, Tobasa dan Samosir.

Dari hasil blusukannya itu, Presiden menyimpulkan pengembangan pariwisata di sekitar Danau Toba harus dilakukan secara paralel dari berbagai sisi. Beberapa Kementerian juga harus bersama-sama menggarapnya.

"Ya, jadi sudah tiga hari ini kita sudah kunjungi. Enggak tahu sudah berapa titik, sudah hampir semua titik yang ada di kawasan Danau Toba ini, baik yang di Tapanuli Utara, baik yang nanti ini setelah ini di Humbang Hasundutan, di Simalungun, kemudian di Tobasa, dan ini di Samosir. Dan saya sendiri sudah cek juga, jalan keliling di Pulau Samosir sudah selesai, tinggal 21 kilometer, sudah rampung, tahun ini rampung," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyempatkan diri mengunjungi Desa Adat, Desa Ulos dan pasar yang menjual souvenir. Dia berencana akan merehab segala yang diperlukan untuk menunjang pariwisata.

"Tadi pagi juga lihat Desa Adat, Desa Ulos, semuanya juga akan direhab total. Kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Moga-moga ini selesai semuanya, termasuk juga dermaga, pelabuhan akan diselesaikan semuanya, sehingga kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah," ungkap Jokowi.

Setelah Dermaganya semua selesai, lanjut Jokowi, Danau Toba akan dipromosikan dan dipasarkan secara besar-besaran.

Untuk promosi sebenarnya sudah dilakukan saat ini. Tapi Jokowi ingin dilakukan besar-besarannya mulai tahun depan setelah produknya betul-betul selesai.

"Produknya ya tadi ya Desa Adat, Desa Ulos, pasarnya, pasar souvenir, semuanya, jalannya sudah siap, dermaganya siap, termasuk ini terusan Tano Ponggol ini selesai. Ini pekerjaan besar. Dilebarkan 80 meter, sehingga nanti kapal itu bisa muter Pulau Samosir," jelas Presiden yang baru terpilih kedua kali ini.

Jokowi memastikan pembangunan infrastruktur jalan dan destinasi wisata akan dikerjakan bersamaan secara paralel. Semua kementerian yang membidangi akan turun semua menggarap Danau Toba.

"Pembangunan infrastruktur jalan dan tempat wisata dilakukan paralel dikerjakan dua-duanya, bersama-sama. Kita sudah enggak ada waktu," tegasnya.

Presiden Jokowi tidak hanya memperhatikan pembangunan fisik saja. Terkait Sumber Daya Manusia (SDM) juga tak luput dalam rencananya. Tidak hanya perguruan tinggi pariwisata yang digenjot, SMK juga akan diarahkan ke pariwisata.

"Pembangunan ya termasuk SDM-nya. SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch, kita ubah ke SMK Pariwisata. Ini paralel semuanya. Enggak bisa ini hanya produknya, SDM-nya tidak,l. Atau hanya SDM dan produknya tapi lingkungannya, hutannya tidak dikembalikan lagi. Enggak bisa. Ya," tutur Presiden Jokowi.

Arahan Presiden ini menjadi cambuk semangat bagi Menpar Arief Yahya. Pihaknya akan serius melakukan percepatan infrastruktur untuk pariwisata yang ditargetkan untuk infrastruktur dasar dan utilities selesai di 2020.

"Danau Toba mendapat dukungan tambahan anggaran infrastruktur dari Presiden untuk Danau Toba di tahun 2020 sebesar Rp 2,2 triliun. Anggaran ini terbesar dibandingkan 3 Destinasi Super Prioritas lain. Selain untuk percepatan infrastruktur untuk pariwisata, juga untuk program prioritas dalam pengembangan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) di Danau Toba," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, rata-rata pertumbuhan PAD di 8 Kabupaten sekitar Danau Toba adalah sebesar 79% akibat tumbuhnya sektor Pariwisata.

"Hal ini membuktikan Pariwisata relatif lebih mudah, murah, dan cepat untuk menghasilkan devisa dan meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Menpar Arief Yahya.

Peserta Famtrip Timor Leste Diajak Kunjungi Kanawa dan Goa Batu Cermin



Familiarization Trip Media & TA/TO Timor Leste makin seru saja, para peserta mengunjungi dua destinasi keren di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ke Pulau Kanawa dan Goa Batu Cermin. Para peserta sangat menikmati perjalanan hari ketiga ini.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pulau Kanawa. Sejak awal, para peserta sangat antusias mengikuti trip ini. Sebab, mereka bukan hanya menikmati keindahan pantai di Pulau Kanawa. Mereka juga melakukan snorkling. Para peserta melihat langsung keindahan bawah laut di sana.

Buat Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani mengatakan paket yang diberikan kepada peserta famtrip sangat lengkap.

"Famtrip adalah kegiatan untuk memperkenalkan dan mengangkat destinasi wisata. Oleh sebab itu, kita berikan yang terbaik. Dari kawasan pantai, pulau, hingga ke dalam laut. Jadi mereka mendapatkan gambaran utuh. Kenapa begitu? Karena peserta ada TA/TO, jadi mereka harus mendapatkan gambaran utuh tentang destinasi yang dikunjungi," katanya.

Usai puas bermain air laut, para peserta famtrip melanjutkan perjalanannya ke Goa Batu Cermin. Destinasi ini cukup spesial. Karena, baru saja dikunjungi Presiden Joko Widodo.

"Value Goa Batu Cermin sedang tinggi. Karena, baru saja dikunjungi Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata. Ini destinasi yang luar biasa. Karena ada storytelling yang menyertainya. Dan ini menjadi nilai lebih buat Goa Batu Cermin," papar Ricky.

Salah seorang peserta famtrip, Pedro Ximenes dari Bussines Timor mengaku sangat senang bisa mengeksplorasi dua destinasi ini.

"Semuanya indah. Semuanya luar biasa. Saya banyak menghabiskan foto. Senang sekali bisa sampai ke tempat ini," tutur pria berambut gimbal yang biasa disapa Pieter itu.

Dari Labuan Bajo, Familiarization Trip Media & TA/TO Timor Leste akan berlanjut ke Pulau Dewata, Bali. Ada beberapa destinasi yang akan dikunjungi di Bali. Seperti Tegenungan Waterfall, Tegalalang, Monkey Forest Ubud.

Buat Menteri Pariwisata Arief Yahya famtrip yang digelar memiliki tujuan agar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia bisa meningkat.

"Famtrip adalah media branding. Sarana untuk memperkenalkan destinasi wisata. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya merealisasikan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia," papar Menteri lulusan Telematikandi University of Surrey Inggris itu. 

Inilah Berbagai Keuntungan Saat Harbolnas !



Setiap akhir tahun warga masyarakat Indonesia akan merayakan Hari Belanja Online Nasional atau yang disingkat Harbolnas. Banyak sekali keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika hari ini tiba. Karena hampir semua toko online di Indonesia menawarkan diskon dan promo besar-besaran. Ketika Anda berbelanja saat harbolnas dijamin semua barang yang Anda inginkan bisa Anda beli saat itu juga.

Untuk menyemarakan harbolnas, semua pedagang di toko online akan menawarkan harga barang yang sangat miring. Ketika biasanya Anda berbelanja dengan uang sebesar Rp. 100 ribu hanya mendapat satu barang, saat harbolnas Anda bisa mendapatkan dua sampai tiga barang sekaligus. 

Salah satu toko online yang terdaftar dalam event harbolnas adalah Blibli.com. Enaknya belanja di Blibli.com salah satunya ialah setiap belanja minimal Rp. 100 ribu (tidak berlaku kelipatan) dan melakukan beberapa aktivitas yang direkomendasikan Blibli, kita akan mendapat 1 token selama periode bulan Oktober sampai Desember. 

Token yang baru saja didapatkan itu bisa digunakan buat main game capit di aplikasi Blibli.com. Menariknya, saat kita main game capit itu, kita bisa dapat barang apapun dengan harga yang SYOK! selama 24 jam untuk menembus produk yang kita inginkan. 

Belum lagi nanti pas tanggal 10 Oktober, 11 November, dan 12 Desember bisik-bisiknya bakal ada program SUPER SYOK!. Dapetin bareng-bareng yuk hadiahnya, yang penting kumpulin token sebanyak-banyak ya! Keuntungan yang Anda dapatkan gak cuma itu aja, masih ada keuntungan lainnya yang akan diuraikan di bawah ini.

1. Mempunyai Banyak Pilihan Toko

Keuntungan berbelanja saat harbolnas ialah memiliki banyak pilihan toko. Beberapa toko bisa Anda sortir sesuai dengan kebutuhan serta penyesuaian budget juga. Enaknya berbelanja saat harbolnas Anda bisa dengan mudah mencari toko online yang aman, item barangnya berkualitas, serta diskon dan promo yang ditawarkan sangat besar.

2. Penawaran dan Diskon Menarik

Mungkin saja Anda seringkali menahan diri untuk tidak membelanjakan uang saat hari normal, baik secara online maupun offline. Alasannya bisa sangat beragam, namun yang paling umum ialah karena harga yang relatif mahal. Berbeda ketika harbolnas tiba, Anda memiliki kesempatan mendapat promo dan diskon besar-besaran. Hal menarik lainnya Anda bisa mendapatkan gratis ongkir, penawaran beli satu gratis satu, dan lainnya.

3. Mempunyai Banyak Pilihan Barang dan Voucher

Saat harbolnas tiba, pada umumnya semua toko online memberikan penawaran menarik berupa barang elektronik, keperluan dapur, keperluan sekolah, serta keperluan sehari-hari lainnya. Untuk harbolnas tahun ini, Anda akan mendapat pilihan penawaran berupa voucher yang bisa digunakan untuk membeli tiket pesawat, tiket kereta, kuota internet, pulsa listrik, dan pembayaran lainnya.

4. Berkesempatan Mendapat Hadiah atau Reward Menarik

Di event harbolnas ini Anda gak cuma mendapatkan barang diskonan. Lebih dari itu, Anda mendapatkan kesempatan mendapat hadiah atau reward yang menarik. Reward ini biasanya akan mudah Anda dapatkan saat membeli produk-produk tertentu hingga mendapat reward poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik lainnya. 

5. Menawarkan Keamanan

Pedagang toko online yang menjual barangnya saat harbolnas biasanya hanya pedagang yang sudah mencapai kriteria tertentu. Sehingga Anda gak perlu khawatir saat berbelanja merasa tidak aman. Karena uang yang Anda transfer tidak langsung menuju pedagang tersebut, melainkan melewati admin terlebih dulu.

Demikianlah keuntungan berbelanja saat harbolnas tiba akhir tahun nanti. 

Angkasa Pura II Siap Dukung General Aviation untuk Majukan Pariwisata Indonesia



Pemerintah Pusat dan Daerah mendukung inisiatif PT Angkasa Pura II (Persero) untuk mengimplementasikan konsep General Aviation untuk menjadi daya tarik baru pariwisata Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Seminar General Aviation for Tourism: Jurus Jitu General Aviation Mendukung Pariwisata Indonesia, yang diselenggarakan di L Royale Hotel & Resort Banyuwangi.

President Director AP II Muhammad Awaluddin, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh para pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah bagi perusahaannya untuk mengembangkan konsep General Aviation di Indonesia.

Menurut Awaluddin, ide awal pengembangan konsep tersebut adalah agar perusahaan yang dipimpinnya bisa membantu pemerintah menumbuhkan industri pariwisata nasional.

"Presiden Jokowi sendiri telah mencanangkan industri pariwisata sebagai core economy baru negara ini, dengan bantuan dari sektor lain. Untuk itu kami ingin menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai pilot project General Aviation ini," ujar pria yang biasa disapa Awal itu.

Secara terminologi General Aviation memiliki arti pemanfaatan bandara-bandara untuk keperluan apapun yang berkaitan dengan sektor kedirgantaraan, kecuali militer. Jika diterjemahkan,General Aviation adalah layanan penerbangan umum yang mencakup berbagai jenis aktivitas komersial dan non-komersial, termasuk penerbangan pribadi, pelatihan penerbangan, ambulans udara, pemadaman kebakaran udara, penyewaan udara, penerbangan terpencil, dan gliding.

Jenis pesawat yang digunakan dalam General Aviation meliputi pesawat eksperimen, pesawat sport ringan, dan jet sangat ringan yang tidak digunakan oleh maskapai penerbangan.

Director of Engineering & Operation AP II Djoko Murjatmodjo menambahkan, perusahaannya sangat siap menjadikan General Aviation sebagai daya tarik baru wisatawan.

"Selain Banyuwangi, ada beberapa bandara yang dikelola AP II sangat cocok untuk digunakan untuk General Aviation. Seperti di Silangit, kalau ada wisatawan yang punya waktu pendek tapi mau melihat keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir, bisa terbang dengan pesawat kecil kesana lalu kembali lagi ke bandara."

"Bandara Tanjung Pinang, Aceh, dan Nias pun demikian. Adanya permintaan seperti ini yang mendorong kami meningkatkan utilisasi bandara untuk mendukung pariwisata," kata Djoko.

Dalam dua tahun terakhir, AP II menurutnya sudah menanamkan investasi Rp250 miliar untuk meningkatkan kapasitas runway demi bisa melayani penerbangan pesawat berbadan besar. Dalam waktu dekat, perseroan akan menambah investasi Rp300 miliar untuk pengembangan terminal.

"Kami ingin Banyuwangi ini jadi bandara khusus untuk wisata. Rencana itu akan lebih lengkap kalau ada daya tarik wisata dari General Aviation," jelasnya.

Namun, untuk bisa menjadikan General Aviation sebagai daya tarik wisata, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi AirNav Indonesia Yurlis Hasibuan mengingatkan ada beberapa standard keselamatan yang harus dipenuhi pelakunya.

"Misal, untuk yang ingin melakukan penerbangan malam baik untuk latihan atau wisata harus melengkapi standard kelengkapan pesawat demi menjamin keamanan. AirNav mendukung General Aviation, namun regulasinya harus menyesuaikan," kata Yurlis.

Sementara Marsekal Madya TNI (Purn) Eris Heriyanto, seorang pilot yang menggeluti dunia General Aviation mengakui ada banyak destinasi wisata yang bisa dijangkau dengan pesawat kecil. Sehingga rencana AP II untuk mengembangkannya perlu didukung semua pihak.

"Termasuk dari sisi pajak PPNBM yang kalau ditotal dengan biaya lainnya, untuk membeli satu pesawat kecil itu biayanya bisa kena pajak 100% alias dua kali lipat dari harga aslinya. Selain itu operator bandara juga harus memastikan berbagai jenis BBM untuk pesawat kecil tersedia di bandara," jelas Eris.

Capt. Dharmadi, Direktur Utama FlyBest Flight Academy memiliki catatan tersendiri sendiri setuju konsep General Aviation segera dimulai di Indonesia. Ia mengacu pada Amerika Serikat (AS) yang sudah sangat lama merasakan manfaat ekonomi dari General Aviation.

"Di AS itu ada 4.000 bandara yang melayani General Aviation. Anda tahu berapa jumlah penumpangnya? 166 juta orang!" kata mantan Presiden Direktur AirAsia Indonesia tersebut.

Dharmadi menyebut penerapan General Aviation juga bisa jadi solusi penyerapan tenaga kerja, karena akan banyak dibutuhkan pilot, tenaga ground handling, mekanik, sampai menumbuh kembangkan sekolah-sekolah pilot.

Chairman Aircraft Owners and Pilots Association of Indonesia (AOPA-ID) Imron Siregar mengatakan, gagasan AP II untuk menjadikan General Aviation pendorong pariwisata merupakan yang pertama di Indonesia. Ia menyebut, ada 2 juta pekerja terserap General Aviation di AS sehingga jika diterapkan di Indonesia bisa lebih tinggi dari itu jumlah pekerja yang dilibatkan.

"Semoga tahun depan Indonesia bisa bikin event air rally dengan gagasan awal ini," kata Imron.

Dalam keynote speech yang disampaikannya di kegiatan tersebut, Arief Yahya menyebut kelemahan Indonesia dalam menarik wisatawan asing hanya dari sisi akses. Sementara untuk atraksi budaya dan amenities perhotelan semuanya sudah memadai.

"Wisatawan asing mau datang ke Indonesia itu 70% menggunakan angkutan udara, jadi harus diakui bahwa kita memiliki keterbatasan akses untuk menjangkau destinasi wisata yang sulit dijangkau dengan moda darat atau laut," kata Arief Yahya.

Padahal dari sisi kapasitas bandara yang dikelola perusahaan negara seperti Angkasa Pura (AP) II, masih ada excess capacity slot penerbangan yang bisa dimanfaatkan di bandara-bandara yang berada di daerah pemilik destinasi wisata yang indah seperti Banyuwangi.

"Perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar sekarang ini adalah yang mampu mengkapitalisasi excess capacity yang dimilikinya dengan konsep sharing economy. Oleh karena itu saya mendukung upaya AP II untuk menjadi pionir pengelolaan bandara untuk General Aviation," tegasnya.

Senada dengan Arief Yahya, Bupati Azwar Anas juga mengaku tertarik dengan konsep General Aviation yang dicetuskan AP II. Menurut Azwar, pengelolaan Bandara Internasional Banyuwangi oleh AP II secara profesional telah membantu daerah yang dipimpinnya menjadi lebih mudah untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun asing.

"General Aviation ini sesuatu yang baru bagi Pemda. Karena Banyuwangi diapit oleh tiga taman nasional yang sangat indah jika dilihat dari atas oleh wisatawan," kata Azwar Anas.

Dirut PT AP II Berharap Indonesia Incorporated Dukung Daerah yang Punya Potensi Besar



Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin menghembuskan semangat Indonesia Incorporated dalam seminar Seminar General Aviation for Tourism. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Blambangan Hotel El Royale Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurutnya, semangat Indonesia Incorporated harus mendukung daerah yang punya potensi besar.

Pria yang akrab disapa Awal itu mengatakan, Indonesia Incorporated tidak bisa tinggal diam melihat potensi besar sebuah daerah.

"Kita semua pelaku industri, termasuk Aviasi, Airnav, dan lain lain, harus sepakat potensi daerah yang besar harus disinergikan. Karena, untuk mendukung industri besar, tidak mungkin dilakukan tanpa semangat Indonesia Incorporated," paparnya.

Ditambahkannya, semangat ini harus bergerak bersama-sama. Dengan semangat yang sama. Dan dalam satu visi.

"Kita tidak mau hanya menunggu. Hanya menanti sebuah aturan terbentuk kemudian baru kita berjalan. Tidak seperti itu. Kita ingin maju bersama. Dan memiliki satu visi untuk mendukung industri pariwisata nasional," urainya..

Awal pun berharap Seminar General Aviation for Tourism bisa menghasilkan ide-ide baru. Iden untuk memajukan pariwisata. Dan untuk mendukung ide itu, Banyuwangi dipilih menjadi tuan rumah seminar. The Sun Rise of Java dinilai tepat karena pertumbuhan pariwisatanya sangat pesat.

"Kita memilih Banyuwangi bukan tanpa alasan. Banyuwangi akan jadi pilot project dari aksi General Aviation selanjutnya. Karena, dari diskusi ini kita harapkan ada aksinya. Dan kita lihat Apakah benar General Aviation mendukung sektor pariwisata. Makanya kita harapkan Banyuwangi mendukung hal itu," katanya.

Diakuinya, persiapan Seminar General Aviation for Tourism terbilang singkat. Dijelaskannya, seminar ini adalah hasil diskusi dua minggu lalu. Semangat yang diusung benar-benar untuk mendukung sektor pariwisata yang menjadi leading sector.

"Idenya adalah bagaimana kami dari Angkasa Pura II berpikir bagaimana caranya mendukung Menpar agar industri pariwisata nasional terus tumbuh. Karena sektor lain bisa ikut tumbuh bersama pariwisata," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, diambil Komitmen Bersama General Aviation for Tourism 2019. Isinya Mendukung general aviation di Indonesia sebagai salah satu potensi dalam mendorong pertumbuhan pariwisata nasional.

Kemudian membangun pemahaman bersama dan sinergitas antar stakeholder dalam mendukung pariwisata Indonesia. Dan terakhir berkontribusi dalam menyusun strategi, kebijakan dan regulasi untuk merealisasikan dukungan aviasi untuk pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mendukung semangat yang diperlihatkan General Aviation. Menurutnya, pariwisata sangat terbuka dengan pembaruan dan terobosan. Apalagi, pembaruan adalah keniscayaan.

"Perubahan dan pembaruan adalah sebuah keniscayaan. Kita yang tidak mengikuti pembaruan berarti melawan keniscayaan itu. Prinsipnya, jika anda tidak melakukannya, maka orang lain yang akan melakukan pembaruan itu," paparnya.

Arief Yahya juga berharap Seminar General Aviation ini akan menghasilkan sebuah masukan atau terobosan buat aksesibilitas udara di Indonesia. Menurutnya, hal ini sangat penting. Karena Indonesia adalah negara kepulauan. Dan akses udara sangat vital.

"Saya berharap kegiatan ini bisa menghasilkan sebuah proposal dan menjadikan Banyuwangi sebagai pilot project," katanya.