Update Berita Terbaru 2020

MARI Tebarkan Semangat Baru Lewat New Normal Radio



Lebih dari tiga bulan menjalani protokol siaran dari rumah, enam radio di bawah naungan Mahaka Radio Integra (MARI) kembali melakukan siaran dari studio. Radio-radio yang berlokasi di Jakarta tersebut beroperasi kembali dengan menerapkan protokol new normal sesuai dengan anjuran pemerintah.

Sejak tanggal 15 Juni 2020, JAK 101 FM, GEN 98.7 FM Jakarta, HOT 93.2 FM, KIS 95.1 FM, MUSTANG 88 FM dan MOST Radio 105.8 FM akan memulai new normal dengan konsep New Normal Radio. New Normal Radio sendiri adalah cara yang dilakukan stasiun radio MARI untuk menyebarkan semangat baru bagi masyarakat. Melalui tagline, "We Bring New Fun, New Feel, New Spirit on The Radio," MARI ingin menyampaikan bahwa radio dapat menjadi teman dekat yang hadir kapan saja dan di mana saja bagi para pendengar. Sambut situasi new normal saat ini dengan terus menebarkan keseruan dan semangat baru.

Salah satu program yang diluncurkan adalah INI NORMAL SHOW. Disiarkan langsung secara relay dari keenam radio selama 5 hari, program ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai industri. INI NORMAL SHOW hadir mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Beberapa nama yang bakal turut hadir adalah Pandji Pragiwaksono, Cucu Ahmad Kurnia, S.T., M.Si, Adri 'Nidji', Chacha ex 'Trio Macan', Chef Juna, Awkarin, Darwis Triadi, dan Jozz Felix.

Selain gebrakan program baru, radio-radio MARI juga hadir dengan berbagai segmen musik spesial dan aktivitas seru. Radio MARI akan menggelar Radio di Depan Rumah, sebuah hiburan personal bagi masyarakat dengan menggandeng musisi Indonesia sebagai penampil.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Nielsen, radio-radio grup MARI berhasil meningkatkan jumlah kependengarannya hingga 25%. Hal ini juga menjadikan grup MARI sebagai grup radio terbesar yang menguasai market share 28% untuk seluruh Jakarta. Peningkatan ini menjadikan MARI semakin optimis untuk berinovasi dan memberikan sesuatu yang selalu fresh bagi pendengar maupun mitra bisnisnya.

Begini Panduan dan Larangan dalam Penggunaan Masker Berdasar Imbauan WHO



Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, penggunaan masker merupakan hal yang wajib dilakukan semua orang. Masyarakat disarankan untuk menggunakan masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berulang kali.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker kain sebaiknya terdiri dari tiga lapis bahan. Penggunaan masker kain yang tepat bisa mencegah penularan COVID-19.

Berikut panduan menggunakan masker kain dengan aman seperti dikutip dari Twitter @WHOIndonesia.

1. Cuci tangan sebelum menyentuh masker
2.Periksa permukaan masker, apakah rusak atau kotor. Pastikan masker tidak rusak dan bersih
3. Sesuaikan posisi masker pada wajah sehingga tidak ada celah di bagian samping
4. Masker harus menutup mulut, hidung dan dagu
5. Hindari menyentuh masker saat digunakan
6. Bersihkan tangan sebelum melepas masker
7. Lepaskan masker dengan memegang tal yang ada di belakang telinga atau kepala
8. Jauhkan masker dari wajah
9. Simpan masker di dalam plastik bersih yang tertutup rapat jika tidak kotor atau basah, dan ingin menggunakannya kembali
10. Pegang tali masker untuk mengeluarkan dari dalam plastik
11. Cuci masker dengan sabun atau detergen, sebaiknya dengan air panas, setidaknya sehari sekali
12. Cuci tangan setelah melepas masker.

Sejumlah Hal yang Harus Hindari

Ada beberapa hal yang perlu dihindari saat menggunakan masker. Jika tetap digunakan bisa mengurangi efektivitas pencegahan COVID-19.

Berikut hal yang harus dihindari:

1. Jangan gunakan masker yang rusak
2. Jangan gunakan masker yang kendur
3. Jangan kenakan masker di bawah hidung
4. Jangan melepas masker di dekat orang lain yang berada dalam jarak 1 meter
5. Jangan gunakan masker yang membuat sulit bernapas
6. Jangan kenakan masker yang kotor atau basah
7. Jangan berbagi masker dengan orang lain.

UNICEF dan Grab Kolaborasi Sediakan Sanitasi Dasar Lindungi Anak-anak dari Covid-19



Grab dan UNICEF mengumumkan kolaborasinya di Indonesia untuk menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan guna memastikan anak-anak mencuci tangan dengan baik dan benar. Sehingga tetap aman di sekolah serta menyediakan alat pelindung pribadi dan perlengkapan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh pekerja medis yang merupakan garda terdepan dalam memerangi pandemi Covid-19.

Para pengguna Grab di Indonesia dapat turut serta dalam kolaborasi ini dengan melakukan donasi kepada UNICEF melalui aplikasi Grab yang akan digunakan UNICEF untuk menyediakan alat perlindungan pribadi dan juga alat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan seperti masker, sarung tangan, sabun, tenda kesehatan, dan baju pelindung untuk melindungi anak-anak yang akan kembali bersekolah, terutama yang tidak memiliki peralatan sanitasi dasar dan para pahlawan kesehatan.

"PandemiCovid-19 memberikan dampak bagi semua orang dimana saja, tidak terkecuali mereka yang sudah memasuki usia lanjut dan juga anak-anak yang banyak memiliki kegiatan di luar, seperti sekolah. Di saat semua orang tengah memerangi pandemi ini, UNICEF juga terus mengambil bagian dengan memberi prioritas pada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, melalui dukungan Grab, kami berharap agar seluruh masyarakat juga bisa bergotong royong memberikan dukungan bagi anak-anak kita terutama saat mereka akan kembali ke sekolah," jelas UNICEF Regional Director for East Asia and Pacific, Karin Hulshof, dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Pengguna Grab dapat mendonasikan uang menggunakan OVO ataupun mendonasikan poin Grab Rewards melalui aplikasi untuk mendukung UNICEF mengirimkan pasokan-pasokan penting yang dibutuhkan.

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, turut menambahkan, "PandemicCovid-19 telah menjadi ujian yang tidak pernah dibayangkan oleh generasi kami. Pengguna, mitra pengemudi dan pengantaran, serta mitra merchant juga turut terdampak dari kondisi ini,"

"Namun, kami juga melihat adanya peningkatan penggunaan uang digital dikarenakan kekhawatiran akan keamanan dan kebersihan terkait penggunaan uang tunai. Banyak orang beralih ke platform digital dan kami yakin bahwa banyak pengguna Grab yang ingin membantu komunitas kami dengan berbagai cara, baik melalui donasi digital atau menggunakan poin Rewards mereka," tambahnya.

Sejak bulan Februari, UNICEF di Indonesia telah melakukan kerja sama yang erat dengan pemerintah dan beberapa mitranya untuk menghentikan penyebaran Covid-19, memprioritaskan anak-anak dalam setiap inisiatifnya dan untuk mengurangi dampak jangka panjang dari pandemi terhadap anak-anak.

UNICEF telah memberikan informasi kesehatan masyarakat tentang bagaimana mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, terutama berfokus pada anak-anak, wanita hamil dan ibu menyusui. UNICEF juga telah menyediakan pasokan alat medis, termasuk masker dan alat perlindungan diri lainnya bagi para petugas kesehatan. UNICEF juga memastikan bahwa anak-anak dan keluarga memiliki akses air bersih dan sanitasi, serta persediaan alat kebersihan.

Bekerja sama dengan perusahaan seperti Grab membantu UNICEF untuk meningkatkan kesadaran mengenai Covid-19 dan dampaknya terhadap anak-anak untuk jutaan pengguna Grab di kawasan ini,serta guna menghasilkan dana yang sangat dibutuhkan. Di Asia Timur dan Pasifik, UNICEF membutuhkan lebih dari USD137,2 juta untuk mendukung respon kemanusiaan terhadap anak-anak yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Kerja sama ini mencakup empat negara di Asia Tenggara, seperti, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Inisiatif ini adalah bagian dari kampanye global UNICEF #Reimagine yang menugaskan komunitas global untuk #Reimagine dunia yang lebih baik untuk anak-anak pasca Covid-19.